dear, kamu (3)
- Butiran air mata terjatuh saat rasa ini datang lagi. Kamu telah memilihnya dan aku tahu itu. Slalu ku tepis kerinduan yang ku alamatkan untukmu. Slalu ku halau kecemburuan saat kau cerita tentangnya. Tapi apa daya, kamu semakin kuat bertahta dalam kerajaan hatiku. Tersenyum dalam tangis. Karena aku hanya bisa tersenyum saat melihat kamu bahagia dengannya & menangis karena tanganku tak akan pernah bisa untuk menggapaimu... 240212/ 00:44
- Sunyi, sepi mendera malam. Relungan hati kosong, hampa tak berpenghuni. Siapa tahan di sini? Adakah yang setia datang menetap? Atau hanya berpura-pura sekedar singgah? 110312/ 00:28
- Aku pernah merasa kehilangan sepertimu. Saat dimana orang yang di sayang pergi dari sisi. Ketegaran, sabar, ikhlas dan entah kata apa lagi yang sebenarnya hanya sebagai penghibur diri. Meski bibir berucap “Iya, aku kuat koq dengan cobaan dariNya”, tapi hati berkata “Aku Rapuh, Tuhan. Aku tak bisa jika tanpaNya”. Semoga di waktuNya nanti, ku temukan jawaban doaku. Aku berserah dan aku ikuti mauMu... 110312/ 00:52
- Aku ingin ada di sisimu, saat duka itu datang. Meski aku harus menjauh saat kebahagiaan berpihak padamu. Yang ku tahu kini, ada orang lain yang telah kamu pilih untuk temani harimu. Dan aku mengalah... 130312/ 01:18
- Diam bukan berarti tak peduli. Tak tanya kabar bukannya tak cemas. Hanya sebait doaku untukmu “Tuhan, jaga ia kala penjagaanku tak sampai padanya...” 130312/ 00:36
- Bukan aku menghindar, aku hanya bosan saat dia yang slalu kau utamakan. Mengertilah, tentang hati ini yang hanya sebagai persinggahan laramu.. 130312/ 01:22
- Aku lelah. Harus selalu bersandiwara di hadapan dunia. Aku senang melihat kamu dengannya, dan itu jujur. tapi, kenapa terasa ada yang sakit di hati? Apa aku berbohong? 130312/ 01:25
- Aku benci malam, karena kesunyiannya membuatku slalu mengingatmu... 130312/ 01:26
- Kapan kau disini? Di sisi, tepiskan sepi, ramaikan hati. Aku ingin kau... 130312/ 01:27
- Penat otakku, semuanya terisi tentangmu. Aku bosan. Pada diri ini yang tak jua bisa uungkapkan. Hingga lahirlah sang pecundang. Yang hanya bisa mengagumi mu dari kejauhan. Tak ada yang bisa ku lakukan, selain menunggu harapan dan keajaiban datang, membawa secercah impian. Tentangku, tentangmu dan tentang kita... 190312/ 20:57
- Luka ini sesakkan dada. Pilu, berteman airmata. Luka ini cinta, dan cinta itu kamu... 220312/ 20:53
Tidak ada komentar:
Posting Komentar