Aku, Sahabat VS Pacar . . .
Jika kamu di minta memilih antara sahabat dan pacar, mana yang akan kamu pilih, sahabat yang sejatinya adalah persinggahan suka dukamu atau pacar yang kamu butuhkan untuk menemani harimu? Pasti sekarang kamu lagi mikir deh. Kemudian dengan piciknya kamu akan menjawab jika kamu akan memilih kedua-duanya. Alasannya udah pasti karena sahabat & pacar sama pentingnya buat kamu. Ketauan tuh, kalo kamu adalah makhluk yang serakah. Perintahnya cuma di suruh pilih satu koq, malah pilihnya dua.
Sebenernya sih sahabat dan pacar bukan pilihan. Mereka adalah orang-orang penting dan berharga buat hidup kita. Orang yang kita sayang & sayang sama kita. Mereka juga manusia biasa, dengan apapun kelebihan namun tak lepas jua dari setiap kekurangan. Tapi, semua kekurangan itu bisa di tutupi. Tergantung dari sudut pandang kita dalam melihat adanya mereka. Yuk, mencoba lebih dekat & lebih mengenal tentang sosok pacar & sahabat yang sekarang ada di samping kita. :)
Sahabat, ia adalah makhluk yang dikirimkan oleh Tuhan untuk tempat kita berkeluh kesah. Tentang pacar, tentang keluarga & tentang apapun. Terkadang, kita merasa lebih nyaman untuk sharing dengan sahabat daripada orang tua & keluarga sendiri. orang yang paling asyik untuk di ajak jalan, tempat berbagi suka & duka, yang menerima apapun kekurangan kita, itulah yang namanya sahabat. Meskipun ada juga sahabat yang yang suka ngomongin sahabatnya di belakang. Ada istilah temen makan temen (TMT). Di depan sahabatnya bersikap manis, tapi di belakang sinis. Apapun itu, setiap orang pasti punya persepsi masing-masing tentang sahabatnya. Entah yang positif ataupun sebaliknya. Termasuk kamu, bukan?
Now, kita ngomongin tentang si pacar, yuk. Pacar adalah tempat bertukar kasih sayang (sementara). Hanya sementara karena sesungguhnya gue gak tau apakah nantinya dia yang akan mendampingi gue seumur hidup atau cuma seseorang yang mampir sekedar untuk memberi sedikit warna di kanvas hidup gue. Buat yang sekarang lagi punya pacar, pasti berharap banget jika pacarnya akan menjadi pendamping hidupnya kelak. Sah-sah aja sih karena setiap orang berhak untuk berharap. Karena si pacar, kita belajar menyayangi dan disayangi. Kita belajar tentang arti kejujuran dan ngerasain gimana sakitnya di boongin, apalagi di duain sama orang yang disayang. Ooooh, ingin rasanya segera membunuh selingkuhan sang pacar. Pada dasarnya, semua di awali oleh perasaan C.I.N.T.A hingga segala cara halal untuk dilakukan. Mungkin itu berlaku buat yang udah love ½ mati sama pacarnya kali yah. Karena gak semua yang pacaran di dasari juga oleh cinta. Ada yang sekedar iseng, sebagai hiburan semata atau yang sadis karena dendam. Yang pasti, setiap individu punya alasan sendiri kenapa dia mau menjalin hubungan pacaran dengan si pacar. Biar simple dan gak buang waktu, coba deh kamu tanya ke lubuk hati yang paling dalam alasan kamu pacaran sama si doi. Terus, apa alasan kamu? Apakah tulus karena cinta atau karena tampang yang rupawan? Sssttt, buat yang jomblo gak usah berisik & cari-cari alasan ya. :p
Aku, Sahabat VS Pacar. . .
*curhatan hati seorang sahabat:
Aku sayang banget sama sahabatku. Meskipun terkadang dia ngeselin & nyebelin banget. Mungkin itu wajar, karena gak mungkin juga selamanya kita selalu akur. Buat aku, sahabat & teman itu beda tingkatannya. Sahabat udah pasti teman, tapi teman belum tentu bisa jadi sahabat. Teman hanya sekedar kenal tapi kalo sahabat pasti lebih dekat. Masalahnya adalah setiap bersahabat aku selalu kalah saing dengan pacar sahabatku. Sebelum punya pacar, aku & sahabat ibarat hidung & upil. Saking bosannya orang melihat kebersamaan kita. Dimana ada dia, pasti ada aku. Begitu juga sebaliknya. Tapi, semua berubah semenjak kehadiran sesosok makhluk dengan sebutan pacar.
Gara-gara pacar, sahabat di tinggalin. Mau jalan kesana-kesini ditemenin pacar. Setiap ada masalah ceritanya sama pacar. Sampai mau ini & itu mintanya sama pacar. kalo udah kayak gini, sahabat Cuma buat ban serep. Dibutuhkan saat sang pacar gak bisa nemenin dan tentu aja kalo lagi ribut dengan si pacar. Ah, malang kali nasib sahabat ini.
*Jawaban dari sahabatnya. . .
Jujur, aku juga sayang kamu sahabat. Meskipun sekarang aku udah punya pacar, rasa sayang aku gak berkurang sedikitpun buat kamu. Aku sadar, jika waktu kebersamaan kita berkurang. Dan keadaan yang menuntut kita seperti ini. Semoga saatnya nanti, kamu akan mengerti dan merasakan “jika kamu menjadi aku”...
***
Nah loh. Kalo udah kayak gini, mulai deh menyalahkan orang lain, waktu, keadaan, posisi, dll. Saling pengertian mungkin bisa menjadi solusinya. Sahabat yang punya pacar bisa berbagi waktu antara sahabat & pacar. Dan buat sahabat yang merasa kalah saing dengan pacar sahabatnya sendiri, berpikirlah jika kita ada di posisinya. Saling berpikir positif, terbuka dan apa adanya. Sehingga tidak terjadi kesalahfahaman yang nantinya malah akan merugikan persahabatan itu sendiri. Cari sahabat itu susah ketimbang cari musuh. Cari pacar juga bukan hal yang mudah. Banyak hal yang bisa dilakuin untuk menunjukkan seberapa berartinya sahabat & pacar dalam hidup kita. Karena sekali lagi, sahabat & pacar bukanlah pilihan yang harus di pilih.
Masih banyak cerita lain tentang pacar & sahabat. Dan ini hanya salah satu di antara sekian cerita tentang pacar & sahabat.
Sekarang bukan lagi aku, sahabat VS pacar, tapi aku, sahabat & pacar . . . :)
@My room, March 2st 12 ..